Pemerintahan

Haru dan Bahagia Warnai Pelabuhan Kalianget, Warga Kembali Pulang Lewat Program Mudik Gratis Pemkab Sumenep

51
×

Haru dan Bahagia Warnai Pelabuhan Kalianget, Warga Kembali Pulang Lewat Program Mudik Gratis Pemkab Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Suasana haru bercampur bahagia mewarnai Pelabuhan Kalianget, Jumat (13/3/2026), saat ratusan warga dari kepulauan memulai perjalanan pulang kampung melalui program Mudik Gratis Sumenep 2026. Bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada transportasi laut, program ini bukan sekadar perjalanan, melainkan wujud kepedulian Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bagi warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil.

Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, menghadirkan layanan transportasi laut dan darat yang memudahkan masyarakat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.

Keberangkatan perdana dimulai pukul 07.00 WIB oleh KM Express Bahari 9C menuju Kangean, membawa 401 penumpang termasuk seorang bayi. Tak lama berselang, KM Sabuk Nusantara 91 berangkat menuju rute Kangean–Sapeken dengan 156 penumpang, sementara KMP Dharma Kartika menunaikan rute Raas–Jangkar dengan 309 penumpang.

“Sejak H-10 hingga H-8, jumlah penumpang tujuan kepulauan cukup signifikan, menandakan antusiasme masyarakat yang luar biasa,” ujar Plt Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain.

Secara keseluruhan, ribuan warga memanfaatkan program ini: 1.267 orang ke Kangean, 637 ke Raas, 412 ke Masalembu, 280 ke Sapeken, 278 ke Sapudi, dan 4 orang ke Jangkar. Situasi di pelabuhan terpantau aman, lancar, dan kondusif, menegaskan kesiapan pemerintah memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Achmad Dzulkarnain menegaskan, program ini adalah bagian dari tekad Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo untuk memastikan setiap warga, terutama yang tinggal di kepulauan, merasakan kemudahan dan kebahagiaan saat mudik.
Selain transportasi laut, warga Sumenep yang berada di Jakarta juga difasilitasi angkutan darat, memastikan semua jalur pulang kampung terlayani dengan baik. Mudik gratis ini lebih dari sekadar perjalanan: ia menjadi simbol kepedulian, penghubung keluarga, dan bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat.

Raut bahagia anak-anak, orang tua, hingga keluarga yang menanti di kampung halaman menjadi saksi bahwa program ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan wujud nyata kepedulian Bupati Sumenep untuk menyatukan keluarga dan mengukir kenangan indah menjelang Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *