SUMENEP — Festival Pesisir 4 kembali digelar di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Sabtu (06/12/2025). Agenda tahunan yang diinisiasi SKK Migas bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) ini menghadirkan perpaduan budaya pesisir, edukasi masyarakat, serta program sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga kepulauan.
Tahun ini, festival mengusung tema “Lenggi”, simbol keterbukaan, pelestarian tradisi, serta keselarasan masyarakat pesisir Madura dengan lingkungan bahari. Sejumlah pameran budaya ikut memeriahkan kegiatan, mulai dari miniatur perahu Madura, batik pesisir, hingga keris khas Madura yang menjadi identitas lokal.
Tak hanya hiburan, aspek edukasi dan sosial juga mendapatkan porsi besar. Melalui rangkaian kegiatan di Balai Desa Galis, HCML menggelar program “HCML untuk Masa Depan”, “Langkah Baik HCML”, khitanan massal, serta sosialisasi pencegahan stunting. Babinsa Koramil 0827/23 Giligenting turut membantu jalannya khitanan massal, terutama dalam memberikan pendampingan dan ketenangan kepada anak-anak peserta sunat.
Di tengah kemeriahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, yang juga dipercaya mengisi kekosongan jabatan sebagai PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Pesisir 4.
“Festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya pesisir, tetapi juga membawa nilai edukasi dan pemberdayaan yang sangat penting. Masyarakat mendapat ruang belajar, anak-anak mendapatkan layanan sosial, dan lingkungan pesisir tetap menjadi perhatian. Ini bentuk kolaborasi yang sehat dan patut ditiru,” ujar Anwar.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat kepulauan, terutama dalam penguatan identitas budaya, literasi lingkungan, dan peningkatan kesadaran kesehatan.
Malam harinya, acara dilanjutkan dengan PPM Awards di Taman Desa Galis, yang memberikan penghargaan dalam kategori Man of The Year, Best Program I–III, hingga Best Team. Prosesi budaya Lenggi dan pertunjukan musikal puisi teatrikal semakin menambah kekayaan nilai edukatif yang dibawa festival ini.
Festival Pesisir 4 kini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran masyarakat, simbol kebanggaan Giligenting, serta contoh program kolaboratif yang memperkuat desa-desa kepulauan.











