Uncategorized

Melawan Sampah dengan Tangan Kotor: Kolaborasi JSI, PKDI, dan DLH untuk Sumenep Hebat

359
×

Melawan Sampah dengan Tangan Kotor: Kolaborasi JSI, PKDI, dan DLH untuk Sumenep Hebat

Sebarkan artikel ini

SUMENEP– Komunitas Jurnalis Sumenep Independen (JSI) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sumenep turun langsung ke lapangan dalam aksi bersih-bersih kota pada Jumat pagi, 28 November 2025. Mereka bergerak di sejumlah titik rawan sampah, salah satunya di Jl. Arya Wiraraja, Gedungan, Sumenep, tepat di sebelah barat terminal—lokasi yang kerap menjadi tumpukan sampah.

Dengan tangan berlumur sampah dan lumpur, para jurnalis, petugas DLH, dan pengurus PKDI menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bukan hanya slogan, melainkan tindakan nyata yang harus dimulai dari sekarang.

“Ini langkah awal memberikan warna baru bagi gerakan jurnalis di Sumenep,” ujarnya.

David menegaskan, persoalan sampah di berbagai sudut kota ibarat penyakit kronis yang jika tidak ditangani secara serius akan menimbulkan dampak jangka panjang.

“Ini bagian dari kampanye mengurangi pencemaran dan membangun kepedulian publik terhadap kebersihan kota,” tegasnya.

Menurutnya, tugas jurnalis tidak hanya mengolah teks dan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak perubahan sosial.

“Kita harus peduli lingkungan. Semesta adalah tempat kita berpijak. Menjaga kemanusiaan dimulai dari menjaga lingkungan,” kata jurnalis netsatu.com itu.

Pada kesempatan tersebut, JSI, DLH, dan PKDI juga mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Kebersihan kota adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar David.

Staf Pengawas Pasukan Kuning DLH Sumenep, Kamil Amrullah, mengapresiasi keterlibatan jurnalis dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas jurnalis merupakan hal baru yang sangat membantu dalam mengedukasi masyarakat.

“Selama ini petugas bekerja setiap hari, tetapi tanpa kesadaran masyarakat, persoalan sampah tidak akan selesai. Kami berharap gerakan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DLH membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi lingkungan ke depan.

“Upaya menjaga Sumenep tetap bersih tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai gerakan bersama seperti ini sangat penting sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan hingga ke level desa.

“Kami berharap semangat ini menjalar ke desa-desa. Lingkungan bersih adalah fondasi penting untuk kesehatan, kenyamanan, dan perkembangan masyarakat,” tutupnya.

Aksi sosial ini ditutup dengan makan bersama serta diskusi singkat mengenai rencana kolaborasi berikutnya di bidang lingkungan.

Sekadar diketahui, Jurnalis Sumenep Independen bukan sekadar komunitas penulis berita. Mereka telah menunjukkan bahwa profesi jurnalis mampu melampaui meja redaksi dan turun langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Serangkaian program berkelanjutan yang mereka jalankan menjadi bukti bahwa jurnalisme yang peduli dapat menghadirkan perubahan nyata.

Penggalangan dana untuk membangun musala yang ambruk, misalnya, membuktikan bahwa solidaritas tidak harus menunggu pemerintah. Program Saku Berkah untuk warga miskin, santunan yatim, hingga Ambulance Umat menunjukkan bahwa jurnalis juga bisa menjadi motor penggerak kebaikan di akar rumput.

Di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks, langkah-langkah seperti ini seharusnya menjadi inspirasi bahwa kepedulian tidak mengenal profesi. Jurnalis Sumenep Independen (JSI) telah menempatkan diri sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *