Berita

Satu Tahun Kepemimpinan Fauzi–Imam, Pembangunan Sumenep Mulai Menunjukkan Arah

374
×

Satu Tahun Kepemimpinan Fauzi–Imam, Pembangunan Sumenep Mulai Menunjukkan Arah

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Satu tahun bukan waktu yang panjang, namun cukup untuk menguji arah, keberanian, dan keteguhan kepemimpinan. Di bawah komando Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati Imam Hasyim, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep perlahan keluar dari bayang-bayang persoalan klasik menuju jalur pembangunan yang lebih terarah dan manusiawi.

Awal kepemimpinan dihadapkan pada tantangan berat: kemiskinan struktural, pengangguran, ketimpangan layanan, serta kondisi geografis kepulauan yang tidak mudah dijangkau. Namun satu per satu, kebijakan mulai menunjukkan hasil. Angka penduduk miskin berhasil ditekan hingga turun 0,76 persen—tertinggi di Jawa Timur—sebuah capaian yang menandai adanya perbaikan nyata dalam daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Tak kalah penting, tingkat pengangguran terbuka turun 1,64 persen dan menempatkan Sumenep di jajaran daerah dengan kinerja terbaik. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret ribuan keluarga yang kembali memiliki harapan melalui akses kerja dan usaha.

Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 70,54 persen dengan kategori tinggi. Pemerintah juga membangun ratusan rumah tidak layak huni bagi warga miskin dan korban bencana, menghadirkan rasa aman sekaligus martabat bagi masyarakat kecil yang selama ini terpinggirkan.

Bidang pendidikan dan kesehatan menjadi panggung kebijakan strategis.

Beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, rehabilitasi puluhan sekolah di daratan dan kepulauan, serta layanan kesehatan gratis berbasis KTP menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata soal beton dan aspal, tetapi tentang investasi jangka panjang pada manusia. Peningkatan status RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi tipe B memperkuat layanan kesehatan rujukan di wilayah timur Madura.

Sementara itu, wajah pelayanan publik mulai berubah. Mal Pelayanan Publik diperluas hingga ratusan layanan, Call Center 112 diperkuat sebagai garda terdepan kegawatdaruratan, dan berbagai inovasi pelayanan mengantarkan Sumenep meraih belasan penghargaan tingkat regional hingga nasional.

Satu tahun kepemimpinan ini bukan akhir cerita. Justru menjadi bab awal dari perjalanan panjang membangun Sumenep yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Tantangan masih besar, kritik tetap diperlukan, namun capaian yang diraih hari ini menjadi bukti bahwa perubahan bukan sekadar janji, melainkan proses yang sedang berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *