Sosial

Warga Miskin di Sumenep Terlilit Hutang Bayar Tagihan RS, Bani Insan Peduli Hadir Turun Tangan Ringankan Beban

814
×

Warga Miskin di Sumenep Terlilit Hutang Bayar Tagihan RS, Bani Insan Peduli Hadir Turun Tangan Ringankan Beban

Sebarkan artikel ini

SUMENEP — Usai viralnya berita tentang Mawiya (44), pasien miskin asal Desa Romben Rana yang dikenai tagihan rumah sakit setelah menolak amputasi di RSI Kalianget, Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) langsung bergerak cepat. Tanpa menunggu waktu, sejumlah anggota BIP turun pada malam hari menuju Dusun Kebun untuk menyerahkan bantuan sebesar Rp3,5 juta kepada keluarga tersebut, Selasa, 18/11/2025, malam.

Kehadiran BIP menjadi angin segar bagi keluarga yang tengah berada dalam tekanan ekonomi dan psikologis. Tidak hanya membawa bantuan finansial, mereka juga memberikan dukungan moral di tengah situasi yang serba sulit.

Ketua Yayasan BIP, Ali Zainal Abidin, menegaskan bahwa langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respon kemanusiaan .

“Kami hanya membantu meringankan bebannya. Ini panggilan kemanusiaan, bukan perkara besar kecilnya bantuan, tapi kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

“Kami hanya ingin hadir sebagai saudara. Semoga bantuan ini memberi kelegaan dan menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian,” tambahnya.

Bantuan tersebut disambut penuh haru oleh Mawiya dan keluarganya.

“Terima kasih Pak Ali Zainal Abidin. Semoga Allah membalas kebaikannya,” ucapnya.

Suaminya, Murang (47), juga mengaku terharu melihat ada pihak yang datang malam hari hanya untuk memastikan keluarganya tidak menghadapi persoalan itu sendirian.

“BIP hadir sebagai penyelamat hati kami. Saat kami bingung harus bagaimana, mereka datang memberi semangat,” tuturnya.

Mawiya sebelumnya dikenai tagihan Rp3.450.314 setelah menolak amputasi jari kaki yang direkomendasikan dokter. Padahal, pasien berhak menolak tindakan medis sesuai peraturan.

Ia dirawat sejak 13–16 November 2025 akibat komplikasi diabetes. Penolakan terhadap amputasi membuat keluarga terpuruk setelah tagihan muncul dan memberatkan ekonomi mereka.

Kasus ini kemudian viral di media sosial, memicu pembahasan publik mengenai hak pasien dan perlindungan bagi warga miskin.

Aksi cepat BIP menjadi pengingat bahwa masyarakat kecil tidak hanya membutuhkan jaminan kesehatan, tetapi juga pendampingan, empati, dan layanan yang benar-benar berpihak pada kemanusiaan.

Keluarga Mawiya berharap bantuan yang diterima menjadi langkah awal dari hadirnya solusi dan perhatian lebih serius terhadap warga miskin yang mengalami persoalan serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *