Sosial

Hari ke-26 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Peluk Para Pejuang Nafkah Jalanan di Sumenep

276
×

Hari ke-26 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Peluk Para Pejuang Nafkah Jalanan di Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,  Jumat (26/6/2026) – Memasuki hari ke-26 Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id kembali melanjutkan dakwah kemanusiaan dengan turun langsung menyusuri jalan-jalan Kota Sumenep. Kali ini, sasaran kepedulian tidak hanya diarahkan kepada para abang becak dan pemulung, tetapi juga pedagang keliling serta para jompo yang ditemui di sepanjang perjalanan dan hidup dalam keterbatasan.

 

Di tengah teriknya matahari dan padatnya aktivitas masyarakat, tim Detikzone.id bergerilya dari satu titik ke titik lainnya. Mereka menyapa abang becak yang setia menunggu penumpang di pinggir jalan, para pemulung yang memanggul karung lusuh menyusuri sudut-sudut kota demi mengumpulkan barang bekas yang masih bernilai jual, pedagang keliling yang tetap berjualan meski dagangannya belum tentu laku, hingga para jompo yang masih harus berjuang menjalani hidup di usia senja.

 

Mereka adalah pejuang kehidupan yang bekerja tanpa mengenal hari libur. Penghasilan yang diperoleh tidak pernah pasti, namun semangat mereka untuk mencari nafkah dengan cara yang halal tidak pernah padam. Dari hasil yang terkadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari, mereka tetap bertahan demi keluarga yang menunggu di rumah atau sekadar untuk menyambung hidup.

 

Sebagai bentuk kepedulian, Detikzone.id tidak hanya membagikan beras sebagai kebutuhan pokok, tetapi juga menyerahkan santunan berupa uang tunai kepada para abang becak, pemulung, pedagang keliling, dan jompo yang ditemui. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban ekonomi mereka sekaligus menjadi bukti bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap perjuangan masyarakat kecil.

 

Suasana haru pun tak terelakkan. Sejumlah penerima tampak berkaca-kaca saat menerima bantuan. Ada yang berulang kali mengucapkan syukur, ada pula yang hanya mampu tersenyum sambil menggenggam erat bingkisan beras dan santunan yang diterimanya. Bagi mereka, perhatian yang diberikan jauh lebih berarti daripada sekadar nilai materi.

 

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa Program Berbagi Setiap Hari merupakan bagian dari dakwah kemanusiaan yang terus dijalankan untuk menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Abang becak, pemulung, pedagang keliling, hingga para jompo adalah pejuang kehidupan. Mereka mungkin tidak memiliki jabatan, tidak dikenal banyak orang, tetapi mereka bekerja keras dan bertahan hidup dengan cara yang halal. Mereka layak dihormati, dihargai, dan mendapatkan perhatian,” ujarnya.

 

Menurutnya, selama 26 hari berturut-turut, Program Berbagi Setiap Hari telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, lansia sebatang kara, masyarakat pelosok desa, pekerja harian, hingga kini para pejuang nafkah jalanan.

 

Tidak hanya itu, berbagai program kemanusiaan lainnya juga terus dijalankan sebagai wujud komitmen Detikzone.id dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Mulai dari santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, bantuan pendidikan, pembagian sembako, bantuan bagi korban bencana, pembangunan dan renovasi Musala Umat, hingga berbagai aksi sosial insidental lainnya. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang terus digelorakan dengan harapan mampu menghadirkan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian di tengah masyarakat.

 

Menurut Igusty Madani, jurnalisme tidak boleh berhenti pada aktivitas memberitakan. Media juga harus mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar keluh kesah mereka, serta menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.

 

“Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan materi. Mereka juga ingin dihargai, ingin didengar, dan ingin mengetahui bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia. Karena itu kami hadir bukan sekadar memberi, tetapi juga menyapa dan mendengarkan mereka,” katanya.

 

Ia menambahkan, seluruh program kemanusiaan tersebut tidak mungkin berjalan tanpa dukungan banyak pihak yang selama ini selalu memberikan semangat dan kepercayaan kepada Detikzone.id.

 

“Saya persembahkan program ini untuk keluarga saya tercinta serta orang-orang baik dan seluruh relasi kerja yang selama ini mengelilingi saya. Mereka seakan tidak pernah berhenti memberikan dukungan, doa, dan support dalam setiap langkah perjuangan ini,” tegasnya.

 

Ia berharap semangat berbagi yang terus dibangun melalui Program Berbagi Setiap Hari mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk ikut peduli terhadap sesama.

 

“Berbagilah walau dalam keadaan paceklik sekalipun. Sebab keajaiban tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu. Keajaiban lahir dari tangan-tangan yang mau memberi, dari hati yang mau peduli, dan dari langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas. Karena sesungguhnya, sekecil apa pun kebaikan, akan selalu menemukan jalannya untuk menjadi manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

 

Selama 26 hari tanpa henti, Detikzone.id membuktikan bahwa jurnalisme bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Dari anak yatim yang kehilangan kasih sayang orang tua, lansia yang hidup dalam keterbatasan, kaum dhuafa, masyarakat pelosok, hingga para pejuang nafkah jalanan seperti abang becak, pemulung, pedagang keliling, dan jompo, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan panjang dakwah kemanusiaan yang terus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

 

Di tengah ramainya kendaraan yang berlalu-lalang di jalan-jalan Kota Sumenep, abang becak tetap mengayuh becaknya dengan penuh harapan, para pemulung terus memanggul karung lusuh, pedagang keliling tetap menawarkan dagangannya, sementara para jompo berusaha menjalani hari-hari mereka dengan segala keterbatasan. Dan pada hari ke-26 ini, Detikzone.id kembali memilih hadir di sisi mereka. Sebab kemanusiaan akan selalu menemukan maknanya ketika kepedulian benar-benar menjangkau mereka yang selama ini kerap terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *