Pendidikan

Dari Ruang Kecil di Pesisir, SDN Panaongan III Menebar Inspirasi: Observasi Kinerja Kepala Sekolah Berlangsung Penuh Apresiasi dan Semangat Perubahan

286
×

Dari Ruang Kecil di Pesisir, SDN Panaongan III Menebar Inspirasi: Observasi Kinerja Kepala Sekolah Berlangsung Penuh Apresiasi dan Semangat Perubahan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, 30 Mei 2026 – SDN Panaongan III kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang progresif dan kolaboratif. Hal tersebut terlihat saat pelaksanaan Observasi Kinerja Kepala Sekolah yang dilakukan oleh Pejabat Penilai Kinerja Kepala Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Masrur Abadi, pada Sabtu (30/5/2026) di SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kepemimpinan pembelajaran di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Masrur Abadi menjelaskan bahwa dirinya mendapat amanah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk melaksanakan observasi terhadap kinerja kepala sekolah di wilayah Kecamatan Pasongsongan, termasuk SDN Panaongan III.

“Observasi ini merupakan bagian dari proses penilaian kinerja kepala sekolah yang bertujuan untuk melihat praktik kepemimpinan yang telah dilakukan, dampaknya terhadap sekolah, serta berbagai upaya pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.

Masrur Abadi kemudian memaparkan berbagai tahapan yang harus dilalui dalam proses observasi, mulai dari pemaparan praktik kepemimpinan, diskusi reflektif, pengumpulan bukti dukung, hingga sesi umpan balik yang melibatkan guru dan warga sekolah.

Setelah pemaparan tersebut, Kepala SDN Panaongan III,
Agus Sugianto, diberikan kesempatan untuk mempresentasikan berbagai praktik baik kepemimpinan yang telah dijalankan selama memimpin sekolah.

Sebelum memulai presentasinya, Agus Sugianto menyampaikan pandangan yang mengundang apresiasi seluruh peserta yang hadir.

> “Seorang pemimpin pembelajaran tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama guru dan murid dalam budaya belajar yang saling menguatkan. Seberapapun hebatnya seorang Agus Sugianto, saya bukanlah apa-apa tanpa dukungan seluruh warga sekolah. Semua capaian yang ada hari ini adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.

Dalam presentasinya, Agus memaparkan sejumlah program unggulan dan inovasi yang telah berkembang di SDN Panaongan III. Berbagai praktik baik tersebut dijelaskan secara komprehensif, mulai dari latar belakang program, dampak yang dirasakan siswa, tantangan yang dihadapi, strategi penyelesaian masalah, hingga rencana tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program.

Tidak hanya menjadi ajang presentasi, kegiatan observasi juga berlangsung interaktif. Para guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta harapan terhadap pola kepemimpinan yang selama ini diterapkan di sekolah. Diskusi yang terbangun menunjukkan adanya budaya komunikasi yang sehat dan semangat untuk terus berkembang bersama.

Salah satu momen yang paling menarik terjadi pada sesi akhir kegiatan ketika Masrur Abadi memberikan apresiasi khusus terhadap budaya dokumentasi dan publikasi yang berkembang di SDN Panaongan III.

Menurutnya, kemampuan sekolah dalam menyimpan jejak kegiatan sekaligus mempublikasikannya kepada masyarakat merupakan sebuah langkah maju yang patut dicontoh.

> “Saya sangat mengapresiasi SDN Panaongan III yang telah mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan sekolah secara konsisten melalui berbagai media sosial. Memiliki tujuh kanal media sosial yang aktif merupakan capaian yang luar biasa. Ini menunjukkan semangat keterbukaan dan akuntabilitas sekolah kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga berpesan agar pengelolaan media sosial sekolah tidak hanya bergantung kepada kepala sekolah semata.

> “Ke depan, saya berharap pengelolaan media sosial ini menjadi gerakan bersama. Guru-guru yang lain juga perlu belajar menjadi admin dan ikut menghidupkan kanal-kanal yang sudah ada sehingga keberlanjutannya semakin kuat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Masrur Abadi juga membagikan pengalaman inspiratif selama perjalanan kariernya sebagai guru dan kepala sekolah. Ia menceritakan bagaimana berbagai inovasi yang dilakukannya mampu mengantarkannya meraih pengakuan hingga tingkat nasional, bahkan mendapatkan apresiasi dari lembaga internasional seperti UNICEF.

Cerita dan pengalaman tersebut menjadi suntikan motivasi bagi seluruh guru yang hadir untuk terus berkarya dan tidak pernah berhenti berinovasi dalam dunia pendidikan.

Observasi kinerja yang semula merupakan agenda penilaian formal akhirnya berubah menjadi ruang belajar bersama yang penuh inspirasi. Canda, diskusi, refleksi, dan berbagi pengalaman membuat suasana terasa akrab tanpa mengurangi substansi kegiatan.

Melalui kegiatan ini, SDN Panaongan III kembali menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar bagi siswa, tetapi juga ruang tumbuh bagi para pendidik untuk terus memperbaiki diri dan menghadirkan perubahan.

Di tengah keterbatasan yang ada, SDN Panaongan III membuktikan bahwa sekolah yang hebat bukanlah sekolah yang paling besar bangunannya, melainkan sekolah yang mampu membangun budaya kolaborasi, inovasi, dan semangat belajar yang hidup di setiap sudutnya. Sebuah pesan kuat bahwa dari ruang-ruang sederhana di pesisir Pasongsongan, inspirasi pendidikan dapat lahir dan menjangkau lebih banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *