Pendidikan

KKG Gugus 2 Pasongsongan Gaungkan Sekolah Ramah Anak Lewat Seminar Anti-Bullying

265
×

KKG Gugus 2 Pasongsongan Gaungkan Sekolah Ramah Anak Lewat Seminar Anti-Bullying

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan menggelar seminar pendidikan bertema “Sekolah Aman, Hati Nyaman Tanpa Bullying” pada Kamis (21/5/2026) di SDN Padangdangan I. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen sekolah-sekolah di Gugus 2 untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Ibu Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd Guru SRT 49 Sumenep dan Ibu Amilia Rahma Sania, S.Pd Guru SMPN 2 Sumenep.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan KKKS Kecamatan Pasongsongan Agus Sugianto yang juga Kepala SDN Panaongan III dengan ciri khas blangkonnya, pengurus KKG, seluruh kepala sekolah negeri maupun swasta se-Gugus 2, serta seluruh guru di lingkungan Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan.

Dalam sambutannya, Agus Sugianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pentingnya sekolah ramah anak dan pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah memberikan wawasan luar biasa kepada para guru dan kepala sekolah. Semoga kegiatan ini dapat menambah pemahaman serta pengetahuan kita semua tentang pentingnya menciptakan sekolah ramah anak yang aman dan nyaman bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKG Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan, Ririn Rahmawati, menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam membangun budaya positif di sekolah.

“Guru adalah ujung tombak dalam menciptakan sekolah ramah anak dan bebas bullying. Karena itu, kami berharap seluruh sekolah di Gugus 2 dapat mulai menerapkan hasil seminar ini sedikit demi sedikit agar praktik bullying dapat diminimalisir,” jelasnya.

 

Dalam sesi seminar, kedua narasumber menjelaskan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak psikologis terhadap korban, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan guru di kelas maupun lingkungan sekolah secara umum.

Ibu Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd menekankan bahwa membangun empati siswa merupakan langkah penting dalam mencegah bullying.

“Anak-anak perlu diajarkan sejak dini untuk saling menghargai dan memahami perasaan teman-temannya. Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian,” tuturnya.

Sedangkan Ibu Amilia Rahma Sania, S.Pd menegaskan bahwa penanganan bullying membutuhkan kerja sama semua pihak di sekolah.

“Pencegahan bullying tidak bisa dilakukan sendiri. Guru, kepala sekolah, orang tua, dan siswa harus bergerak bersama menciptakan budaya sekolah yang positif dan saling menghormati,” ungkapnya.

Kegiatan seminar berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan menarik dan interaktif. Banyak guru menyampaikan pengalaman mereka di sekolah sekaligus meminta masukan terkait langkah penanganan bullying yang tepat dan mendidik.

Melalui kegiatan ini, KKG Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan berharap tercipta kesamaan visi antar sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih humanis, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *