SUMENEP, Rabu, 24/6/2026 – Dakwah kemanusiaan yang digelorakan Detikzone.id terus bergerak tanpa henti. Memasuki hari ke-24 Program Berbagi Setiap Hari, gerakan sosial tersebut kembali menyusuri pelosok desa di Kabupaten Sumenep untuk menyapa dan membantu masyarakat dhuafa yang tengah berjuang menghadapi berbagai keterbatasan hidup.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, program ini hadir membawa pesan sederhana namun penuh makna, bahwa kepedulian terhadap sesama tidak boleh berhenti hanya pada rasa iba, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan.
Hari demi hari, Program Berbagi Setiap Hari tidak hanya menjadi agenda sosial rutin, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang konsisten menjangkau masyarakat kecil di berbagai pelosok Kabupaten Sumenep. Dari rumah sederhana hingga sudut-sudut desa yang jarang tersentuh perhatian, program ini terus hadir menyalurkan bantuan sekaligus menguatkan semangat hidup mereka yang sedang menghadapi ujian.
Pimred Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa program tersebut lahir dari kesadaran bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dan pendampingan, terutama mereka yang berjuang dalam diam menghadapi persoalan ekonomi, kesehatan, maupun kebutuhan hidup sehari-hari.
“Banyak saudara kita yang sedang berjuang tanpa diketahui banyak orang. Ada yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, ada yang berjuang melawan penyakit, dan ada pula yang harus bertahan di tengah berbagai keterbatasan. Karena itu kami ingin hadir bukan hanya sebagai media yang menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi melalui aksi kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat. Jurnalisme tidak cukup hanya memberitakan persoalan yang terjadi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
“Media tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami ingin menjadi bagian dari kebaikan itu sendiri. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga dapat menjadi penyambung harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, Program Berbagi Setiap Hari merupakan bentuk dakwah kemanusiaan yang dibangun atas semangat gotong royong, kepedulian, dan rasa syukur. Program tersebut juga dipersembahkan untuk keluarga tercinta serta orang-orang baik yang selama ini terus memberikan dukungan, doa, dan semangat sehingga gerakan sosial tersebut mampu berjalan secara berkelanjutan.
“Saya persembahkan program ini untuk keluarga saya tercinta dan seluruh orang baik yang selama ini tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Tanpa mereka, program ini tentu tidak akan mampu berjalan hingga hari ini,” ungkapnya.
Selain menyasar kaum dhuafa, Program Berbagi Setiap Hari juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas. Berbagai kegiatan kemanusiaan terus dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis, bantuan pendidikan, pembagian sembako, santunan anak yatim, khitanan massal, hingga aksi sosial insidental bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari berbagai kalangan, termasuk media massa yang selama ini identik dengan aktivitas pemberitaan. Melalui program ini, Detikzone.id berupaya menghadirkan wajah jurnalisme yang tidak hanya menyuarakan persoalan masyarakat, tetapi juga ikut terlibat dalam upaya meringankan beban mereka.
Memasuki hari ke-24, Program Berbagi Setiap Hari kembali menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan yang tampak biasa, masih banyak perjuangan sunyi yang membutuhkan sentuhan kepedulian. Di tengah keterbatasan dan kesulitan yang dihadapi sebagian masyarakat, uluran tangan yang tulus dapat menjadi cahaya kecil yang menumbuhkan harapan besar.
Karena pada akhirnya, nilai sebuah bantuan bukan semata terletak pada besar kecilnya yang diberikan, melainkan pada ketulusan untuk hadir dan membersamai mereka yang sedang berjuang menjalani kehidupan.












