Berita

Kerjasama Kemanusiaan Terus Menyala, BIP dan IPDA Purnomo Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Rentan di Mojokerto, Fastabiqul Khairat Menjangkau Tanpa Memandang Latar Belakang

271
×

Kerjasama Kemanusiaan Terus Menyala, BIP dan IPDA Purnomo Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Rentan di Mojokerto, Fastabiqul Khairat Menjangkau Tanpa Memandang Latar Belakang

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, – Gerakan kemanusiaan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation kembali menegaskan bahwa kepedulian tidak mengenal sekat status sosial, profesi, maupun latar belakang kehidupan. Bersinergi dengan IPDA Purnomo, BIP Foundation turun langsung membantu seorang ibu di Mojokerto yang tengah menghadapi himpitan ekonomi, setelah diduga nekat mengambil tas, sepatu, dan buku demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Alih-alih menghadirkan penghakiman, BIP Foundation bersama IPDA Purnomo memilih menghadirkan solusi. Mereka mendatangi keluarga tersebut, mendengarkan langsung kisah kehidupannya, sekaligus menyerahkan berbagai bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, tas, sepatu, buku, hingga dukungan moral agar keluarga itu kembali memiliki harapan untuk menatap masa depan.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa semangat Fastabiqul Khairat yang selama ini diusung BIP Foundation tidak pernah membedakan siapa yang berhak menerima uluran tangan. Selama ada masyarakat yang sedang terpuruk, di sanalah kepedulian harus hadir.

Aksi kemanusiaan itu juga memperlihatkan wajah humanis aparat kepolisian. Bersama relawan BIP Foundation, IPDA Purnomo memilih mengedepankan pendekatan kemanusiaan dengan melihat persoalan dari akar permasalahan, yakni kemiskinan dan keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarga tersebut.

“Kepedulian kecil hari ini bisa menjadi harapan besar bagi kehidupan mereka. Yang dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kesempatan untuk bangkit,” menjadi pesan yang mengiringi kegiatan sosial tersebut.

Gerakan itu bukanlah aksi yang berdiri sendiri. Sejak awal Muharram 1448 Hijriah, BIP Foundation yang dipimpin Founder H. Ali Zainal Abidin terus menggencarkan berbagai program sosial di berbagai daerah di Jawa Timur.

Di Kabupaten Sumenep, ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan dalam Doa Bersama Muharram di Rumah Induk BIP Foundation. Tak lama berselang, BIP kembali menyapa ribuan warga binaan Lapas Kelas IIA Pamekasan melalui tausiyah, doa bersama, dan penyaluran bantuan sebagai bentuk dukungan moral agar mereka memiliki semangat memperbaiki kehidupan.

Tidak berhenti di situ, melalui BIP Tour D’Jatim, gerakan kemanusiaan juga menjangkau Kabupaten Lamongan, Malang, hingga Kediri. Di Lamongan, BIP Foundation menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar berupa pembangunan masjid, ambulans, bantuan ternak, hingga pemberdayaan penyintas ODGJ bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang dipimpin IPDA Purnomo.

Di Kabupaten Malang, sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas menerima santunan, bantuan rehabilitasi madrasah senilai Rp100 juta, laptop, printer, ratusan tas sekolah, hingga bantuan biaya kontrakan selama tiga tahun bagi seorang ibu bernama Yuliatin yang baru menjalani operasi dan kehilangan suaminya.

Safari kemanusiaan kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Rimba Wonoagung dengan pembangunan Asrama Umar Syarif sebagai bentuk investasi jangka panjang di bidang pendidikan Islam sekaligus amal jariyah untuk almarhum ayahanda Founder BIP Foundation.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan konsistensi BIP Foundation dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Program-programnya tidak hanya menyentuh anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia, warga binaan pemasyarakatan, hingga penyintas gangguan kejiwaan, tetapi juga keluarga-keluarga yang sedang terjerat persoalan sosial dan ekonomi.

Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, berulang kali menegaskan bahwa kemuliaan sebuah gerakan sosial terletak pada keberaniannya merangkul siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

“Bagi kami, kemanusiaan tidak boleh memilih. Anak yatim harus dimuliakan, kaum dhuafa harus dibantu, penyandang disabilitas harus diberdayakan, warga binaan harus diberi harapan, dan siapa pun yang sedang jatuh harus dibantu bangkit. Itulah semangat Fastabiqul Khairat yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Sinergi antara BIP Foundation dan IPDA Purnomo di Mojokerto menjadi pesan kuat bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *