Sumenep – SDN Panaongan III terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui kegiatan Program Guru Tamu (Progut) yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026. Mengusung tema “Sekolah Aman, Hati Nyaman Tanpa Bullying”, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Ibu Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd (Guru SRT 49 Sumenep) dan Ibu Amilia Rahma Sania, S.Pd (Guru SMPN 2 Sumenep).
Kepala SDN Panaongan III yang dikenal dengan ciri khas blangkon dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Ia menyampaikan bahwa lingkungan sekolah harus terbebas dari segala bentuk perundungan karena dapat berdampak serius terhadap kondisi mental dan psikologis siswa.
“Bullying bukan hal sepele. Jika terjadi di lingkungan sekolah, dampaknya bisa memengaruhi kepercayaan diri, kenyamanan belajar, bahkan kesehatan mental anak. Oleh karena itu, kami berkomitmen menjadikan SDN Panaongan III sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, kedua narasumber menjelaskan berbagai jenis bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari bullying verbal, fisik, hingga sosial. Mereka juga menguraikan dampak psikologis yang dapat dialami korban, seperti rasa cemas, takut, rendah diri, hingga menurunnya semangat belajar. Selain itu, siswa dibekali cara-cara menghindari bullying serta pentingnya berani melapor kepada guru atau pihak sekolah jika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan sesuai dengan usia siswa, sehingga mudah dipahami. Interaksi aktif antara narasumber dan siswa membuat suasana kegiatan berlangsung hidup dan penuh antusias.
Salah satu narasumber, Ibu Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah lain.
“Kami berharap program seperti ini tidak hanya berhenti di SDN Panaongan III saja, tetapi juga bisa ditiru dan dilaksanakan di sekolah-sekolah lain, khususnya di Kecamatan Pasongsongan. Edukasi tentang bullying sangat penting diberikan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Amilia Rahma Sania, S.Pd yang menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah dalam membangun budaya positif di dunia pendidikan.

Sementara itu, dampak positif kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para siswa. Lidia salah satu siswa kelas VI mengungkapkan pemahaman baru yang ia peroleh setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi lebih paham kalau bercanda itu ada batasnya. Ternyata hal kecil yang kita anggap biasa-biasa saja bisa membuat teman kita sedih. Setelah kegiatan ini, saya ingin lebih menghargai teman dan berani melapor jika melihat atau mengalami bullying,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Progut ini, SDN Panaongan III semakin menegaskan langkahnya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, bebas dari bullying, serta mendukung perkembangan mental dan sosial siswa secara positif.












